Hari ini 18 Juni 2012 Aya dan Ditya telah resmi untuk pergi dari kehidupan masing- masing. Berat memang Aya menerima keputusan ini. Tapi, ini hidup yang harus Aya jalani untuk lebih bersabar lagi dan dewasa menghadapi sesuatu. Mungkin ini bukan yang pertama atau kedua hubungan mereka berakhir, tapi berakhirnya hubungan Aya dan Ditya kali ini yang membuat Aya paling gimana tapi juga membuat Aya kuat. Awal Aya dan Ditya menjalin hubungan yang pertama kali saat mereka duduk di bangku SMA. Tapi, sayang Aya begitu bodoh ketika masih bersama-sama dengan Ditya ketika itu. Aya tak pernah peduli dengan perasaan Ditya, Aya seenaknya memperlakukan Ditya yang menurut Aya saat ini Ditya begitu baik ketika itu tapi karena kebodohan Aya sendiri dan keegoisan Aya ketika itu yang kini membuat seorang Aya benar-benar menyesal. Tapi, apalah kata nasi udah jadi bubur semua nggak akan kembali lagi. Ya, tak mungkin Ditya kembali lagi dengan Aya karena saat ini Ditya telah memiliki hubungan dengan seorang yang amat manis, baik dan yang jauh lebih pengertian dengan Ditya tak seperti Aya yang selalu menuntut Ditya seperti kemauan Aya. Tak terasa Aya meneteskan air matanya ketika mengingat kembali kenangan yang terlambat dengan Ditya. Bodohnya Aya kenapa Aya baru sadar akan cintanya ke Ditya setelah dia benar-benar tak akan pernah lagi memenangkan hati Ditya seperti dulu. Aya sadar sesadarnya Aya tak bisa memaksakan kehendaknya lagi karena pasti akan ada hati yang terluka jika Aya dan Ditya memaksakan hubungan bodoh ini. Ya, keputusan Ditya tadi siang untuk menyudahi hubungan mereka yang terlarang adalah tepat lagian hubungan mereka tak memiliki tujuan yang jelas tak seperti hubungan Ditya dengan Ranum yang telah memiliki tujuan. Aya sadar kesalahannya saat itu, harusnya dia tidak egois. Selama semalam suntuk dia hanya menyalahkan dirinya sendiri.Menurutnya dia cewek jahat karena dengan sengaja dia menyakiti hati cewek lain yang begitu baik, dia juga egois dan sangat egois. Satu yang dia harapkan saat ini semoga Ditya dan Ranum akan selalu bahagia sampai kapanpun. Dan Aya berharap dengan atau tanpa Ditya, Aya akan tetap menjadi Aya yang kuat dan semakin dewasa. Dan selalu tersenyum walau senyum Aya berawal dari senyum palsu tapi Aya yakin dari kepura-puraan Aya kuat dia pasti akan benar-benar kuat. Be Strong Girl Aya!!!!